Janji Allah itu PASTI...Gak Pake Insya ALLAH !!!


Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Alhamdulillah ya sahabatku, akhirnya ALLAH masih mempertemukan kita dengan Jum'at yang cerah dan penuh berkah ini...

Peristiwa luar biasa yang akan saya ceritakan adalah tentang kejadian yang terjadi pagi ini kira-kira pukul 10.10 WIB kalo saya ga salah kira.. ^^

Awalnya ketika saya di-ingatkan bahwa hari ini harus bayarin cicilan motornya ibunda saya yang begitu saya cintai karena Allah...hehehe :)

Tiba-tiba aja keinget juga bahwa uang yang sudah saya sisihkan kemarin itu sudah terpakai sedikit. Masya ALLAH...akhirnya dengan mengerahkan segala sumber pendanaan dan setelah dihitung-hitung lagi ternyata masih kurang 80rb rupiah, "haduuuuuhhh....mau nyari dimana lagiii sisanya ini", fikir saya...

Dalam keadaan serba gawat kaya gini mulai deh banyak fikiran-fikiran yang muncul ga karuan di benak saya, dari mau minjem uang sama adek --> Maluuuu ah.... mau ngutang sama temen --> ga berani ngutang, soalnya bingung mau pake alasan apa dan gimana caranya biar ga bohong... mau minta sama ayah atau bunda??????? --> ooooooo....tidak bissaaaaaa.....hehehe :) sedangkan saldo di rekening??? belum Rp. 0 sih, tapi udah minus...wkwkwkwk :P

Nah, dalam kebingungan yang sudah tingkat paripurna ini saya sangat bersyukur karena ALLAH masih melindungi saya dari Godaan Syaitan yang Terkutuk...tuk...tuk...tuk...Alhamdulillah...

Saya pun berniat sedekah Rp.20rb mungkin cukuplah [dengan hati yang 80% ragu-ragu], dan terjadi pergolakan bathin yang luar biasa hebatnya dalam diri ini. Soalnya kaya' ada yang ngebisikin aja, "Kalo sedekah 20rb ntar malah kurang 100rb dong.".

Astaghfirullah, Memang yaa para syaitan itu emang spesialisnya bikin kita jadi up down-up down gini... :( Syukurnya ALLAH ga pernah ninggalin saya walau se-Detik-pun, Pede (baca, yakin) tingkat tinggi...hehehe :) 

Ya, akhirnya hati ini pun menjadi Mantap 114%, akan bersedekah 20rb dan Yakin saja lah pertolongan ALLAH pasti segera datang menghampiri...PASTI...

Belum lagi kaki ini melangkah untuk menunaikan niat, ternyata pertolongan Allah itu sudah begitu dekat...Subhanallah, ga nyangka ada pinjaman dari ALLAH cuma-cuma senilai Rp. 1juta. Dan sepertinya pun ALLAH kasih signal agar saya "sedekahnya jangan sedikit" tapi harus "sedikit-sedikit sedekah" dan bersedekahlah lebih banyak dari yang diniatkan...

Subhanallah, sampe meneteskan air mata rasanya atas bantuan ALLAH yang begitu nyata dan begitu tak terduga ini. Ya, ALLAH itu Maha Baik hanya kita saja yang terlalu sering lupa bersyukur. Jadi teringat pada sebuah hadits :

Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw bersabda: Dalam apa yang diriwayatkan dari Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Besar : "Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan". 

Kemudian Beliau menjelaskan hal itu : "Barang siapa yang bermaksud kebaikan namun tidak mengamalkannya maka Allah mencatat di sisiNya sebagai kebaikan yang sempurna untuknya. Jika ia bermaksud baik lalu mengamalkannya maka Allah mencatat di sisiNya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus lipat sampai banyak. Barang siapa yang bermaksud buruk namun tidak mengamalkannya maka Allah mencatat di sisi-Nya suatu kebaikan yang sempurna. Jika ia bermaksud buruk lalu mengamalkannya maka Allah mencatatnya sebagai satu keburukan".(Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Subhanallah....Baru berniat baik aja langsung ALLAH balas 50x lipat, jadi menyesal karena berniat sedekah sedikit. Seandainya tadi berniat dan bersegera untuk bersedekah lebih banyak lagi mungkin yang ALLAH balas lebih besar lagi. 

Tapi, selalu mensyukuri nikmat ALLAH itu jauh lebih baik sambil mengupayakan untuk berbuat yang lebih baik lagi. Mungkin ini suatu peringatan dari ALLAH bagi kita semua melalui pengalaman saya agar kita harus all out untuk beramal dijalan ALLAH...untuk membelanjakan harta (bukan menyisihkan harta) dijalan ALLAH...

Nah, untuk sahabat-sahabatku yang berhati mulia, ini dia beberapa point pentingnya  :

Sedekah = Membuka Pintu Rezeki
Masih ragu ya bahwa sedekah itu bisa membuka pintu rezeki? Yuk, kita simak kutipan firman ALLAH berikut ini :
“Barangsiapa meminjami ALLAH dengan pinjaman yang baik maka ALLAH Melipatgandakan ganti kepadamu dengan banyak. ALLAH Menahan dan Melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah : 245)

Ini janji ALLAH lho...PASTI dibalas dan GAK PAKE INSYA ALLAH !!! PASTI...PASTI...PASTI...Janji itu hutang kan? Jadi, Gak mungkin ALLAH ingkar pada janjinya,kan ALLAH Maha Membalas dan Maha Menepati. Emangnya kaya kita apa...yang jangankan berjanji, cuma bilang insya ALLAH aja masih mangkir...hmm...kita??? (maaf diralat), anda aja kali saya ga ikut-ikutan....hehehe :P

Trus, berapa banyak yang ALLAH ganti? Lebih banyak atau sama aja? Wait…wait… ALLAH itu Maha Kaya my brother and sister…Wong Seisi dunia ini juga punya nya ALLAH koq, apalagi yang masih hitungan juta, milyar atau trilyun, itu mah keciiiill bagi ALLAH…Masih ragu? Nah, ini dia sepucuk firman Allah yang saya sadur dari Surat Cinta bernama Al-Qur’an itu, hehehe :

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya dijalan ALLAH seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan ALLAH Maha Luas, Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah : 261)

Saya perjelas ya, ini Janji ALLAH dan ALLAH ga mungkin ingkar apalagi menunda-nunda janjinya. Sudah lihat kisah saya kan? baru berniat melakukan suatu kebaikan saja kontan dibalas ga pake kredit lagi, apalagi kalau lanjut bersedekah!!!!

Sedekah = Ibadah Paling Praktis Se-Jagad Raya, Masa sih???
Koq pada gak percaya-an sih? Nah, gini deh kita banding-bandingkan aja yaa :
  1. Untuk Shalat sunnah, kita butuh waktu kira-kira seperempat jam.
  2. Untuk membaca Al-Qur'an, kita perlu waktu kurang lebih setengah jam.
  3. Kalo Puasa sunnah? malah harus seharian.
  4. Belum lagi untuk Ibadah Haji atau Umrah, selain biayanya besar, harus berhari-hari pula?
  5. Nah, coba kalo Sedekah? Cuma beberapa detik aja. Gak perlu gerakan khusus atau bacaan khusus, praktis kan? Masih ga percaya juga? Coba hitung sendiri deh waktu yang kita butuhkan untuk ngambil uang di dompet  trus kita berikan ke orang lain. Hehehe J
Selain itu bedanya dengan ibadah lainnya, sedekah itu Sangat Powerful lho, Gak percaya?  Nah, Jika 4 jenis ibadah yang saya sebutkan di atas itu bisa membuat kita merasa lebih tenang dan lebih khusyuk, itu benar! Tapi hanya untuk diri kita sendiri!

Jelas jauh berbeda dengan sedekah. Dengan bersedekah kita telah menyenangkan hati orang lain dan meringankan beban saudara kita juga. Gak cuma kita tapi orang lain juga ikut senang. Serius ! Silahkan dicoba deh, apalagi bersedekah pada saat hati kita terasa berat. Setelah melihat seutas senyum diwajah orang yang kita bantu itu nikmat lho, apalagi setelah kita dengar mereka berdoa untuk kita...

Rasanya, Alhamdulillah ya, sesuatu banget... Hehehe J Masih gak percaya juga? Yaaa, makanya dicoba sekarang!!! Jangan tunda nanti-nati…. J

Bagaimana sahabatku? Kaya'nya saya sudah kebanyakan bicara ya? Hehehe J Nah, pembahasan tentang sedekah nya segini dulu aja, saya mau buru-buru ke dealer motor soalnya sebelum terlambat. Gara-gara keasyikan bicara tentang sedekah malah hampir lupa sama kewajiban. ^_^

Untuk semua sahabatku yang mulia hatinya...
Masihkah kita harus mendustakan nikmat yang ALLAH anugerahkan bagi kehidupan kita?
Masihkah kita menuntut bahagia dari ALLAH sedang kita selalu luput untuk membahagiakan saudara kita?
Masihkah kita duduk dan berdiam diri menunggu orang lain dan hanya mengharap sedekah dari orang lain?

Wake Up...Wake Up...
Sekarang saatnya kita yang bersedekah!
Sekarang saatnya kita yang mengulurkan tangan BUKAN menengadah meminta pada orang lain!
Sekarang saatnya kita yang harus banyak memberi dan bersyukur BUKAN meminta dan mengeluh!

Mulai dari hari ini, mulai dari diri sendiri..
Kita harus kaya dengan bersedekah...
Kita harus bahagia dengan bersedekah...
Kita harus merasa damai dengan sedekah 
BUKAN dengan diberi sedekah!

Semangat bersedekah bagi Sahabatku pecinta sedekah…





*Tanpa bermaksud riya, hanya agar kita bisa saling berbagi dan mengingatkan. Sungguh, letak kesempurnaan hanya ada pada ALLAH. Semoga ALLAH melapangkan rizki bagi kita, meng-halal-kan yang masih haram, mendekatkan yang masih jauh, dan memudahkan yang masih sulit.

*9 Dzulqaidah 1432 H / 7 Oktober 2011
*Yang Ingin Dirindukan Surga


Ternyata Rabb Pun Cemburu :(



Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh...

CINTA….
Berjuta rangkaian kata mungkin tak sanggup mengungkap beragam makna tentang cinta…
Ribuan warna pelangi pun mungkin tak mampu melukis betapa indah mencinta itu…
Mereka begitu berbahagia…

Tapi…
Tak jarang pula…mereka ibarat pohon yang layu, kemudian mengering lalu mati karena tersiksa dengan mencinta…
Ya, tak sedikit pula mereka yang merasa seolah langit tak lagi menaunginya serta bumi bukan tempat berpijak baginya….

Begitu banyak yang berbahagia karena mencinta…
Tapi bukan tak ada pula  mereka yang menderita karena mencinta…
Ya itulah…sedikit pengaruh Cinta yang mampu merubah kehidupan kita…

Sahabatku…
Mungkin pemahaman anda dan saya tentang cinta pun jauh berbeda…
Tapi saya akan ungkapkan beberapa hal tentang Cinta dan Hakikat Cinta itu sendiri…

Perasaan cinta itu hadir ketika bayang tentang-Nya menjadikan semangat pada hari-hari kita..
Ketika bahasa-Nya membawa kemuliaan bagi kita karena maknanya…
Ketika senyum dan perjumpaan dengan-Nya membawa kita pada kerinduan yang mendalam…

Ketahuilah Sahabatku…
Bahwa sesungguhnya Cinta itu adalah suatu bentuk IKHLAS
Ialah rasa yang tak mengenal istilah disakiti, menyakiti, ataupun tersakiti karena mencinta…
Hanya mereka yang salah pemahamannya tentang cinta dan mencinta itulah yang begitu menderita ketika cinta itu hadir tanpa bisa dimiliki…
Hanya mereka yang tak sadar dengan hakikat cintalah yang begitu tersiksa bathinnya ketika yang dicintainya tak kunjung mengisi hari-hari nya…
Ya, Cinta itu adalah IKHLAS….
Dan dalam Ke-IKHLAS-an itu pasti selalu ada kekuatan cinta yang begitu besarnya...

Sama halnya ketika kita mulai mencintai seseorang, kita begitu menginginkan hadirnya dalam hidup kita…tapi apa yang kita dapat???
Rasanya Tuhan pun tak kunjung meng-ijabah doa-doa kita…
Orang yang kita cintai malah memilih dan menikah dengan orang lain…
Orang yang kita cintai malah mendustakan dan menduakan kita…
Orang yang kita cintai ternyata tak mampu menerima segala kekurangan kita dan tak mampu mencintai kita tanpa syarat...
Orang yang kita cintai ternyata lebih mengagungkan dunia dan tahta daripada mencari surga bersama kita…

Jika seperti itu…mungkin memang benar betapa menderitanya mencinta itu…
Tapi sahabatku…sekali lagi saya katakan bahwa cinta itu suatu bentuk ikhlas…Yaa…IKHLAS!!!!

Sekarang teruslah membaca…
Mengapa rasanya Tuhan begitu tak adil pada kita???
Mengapa rasanya Tuhan memberikan kebahagiaan pada sebagian hamba-Nya tapi tidak pada kita???
Sesungguhnya tidak seburuk dan sejahat itu sahabatku…

Tak tahukah kalian bahwa sesungguhnya saat itu Rabb pun sedang cemburu??
Tak tahukah kalian bahwa sesungguhnya Rabb begitu menginginkan banyak kebaikan pada diri kita, seperti Sabda Rasulullah berikut ini :

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memelihara hamba-Nya yang beriman dari kesenangan dunia, karena Dia mencintainya, seperti manusia yang menjaga beberapa jenis makanan dan minuman karena takut akan menimbulkan penyakit.”1

Rabb memang tak membutuhkan ibadah kita,. Tapi perhatikanlah, betapa Rabb mencintai kita dan Rabb begitu menginginkan kebaikan pada diri kita. Pahamilah wahai sahabatku, karena dunia dan seisinya ini pun hanya sementara tak berarti apa-apa.

Ya Sahabatku…Rabb pun begitu cemburu ketika kecintaan kita pada dunia melenakan kita dan melebihi kecintaan kita pada-Nya. Mungkin karena itulah ujian dan cobaan sengaja Rabb hadirkan agar kita tersadar bahwa hakikat mencinta sesungguhnya adalah mencintai segala sesuatu karena-Nya agar kita kembali pada-Nya. Seperti dalam firman-Nya :

“Dan pasti Kami Timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” {QS. as-Sajdah (32) : 21}

Kembalilah pada Rabb sahabatku…
Detik ini pun masih belum terlambat, serahkan saja segala yang kamu cintai pada Rabb dan karena mengharap keridho-an dari-Nya. Rabb itu Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita.
Ketika kita merencanakan beberapa hal maka serahkanlah itu semua pada Rabb. Karena rencana-Nya pasti akan jauh lebih baik bagi kita. Karena Rabb lebih mengetahui apa yang lebih tepat bagi ciptaan-Nya.

Ya… Rabb yang menciptakan kita, Dia pula yang memerintahkan kita agar mencintai segala sesuatunya karena mengharap ridho dari-Nya. Oleh karena itu jangan sedih dan jangan cemas karena Rabb pasti akan bertanggung jawab bagi kebaikan kita. Karena Rabb juga telah menciptakan segala sesuatunya bagi kita.

Sekali lagi sahabatku, Rabb menciptakan kita agar kita beribadah kepada-Nya, Rabb pun telah menciptakan dunia dan segala isinya untuk kehidupan kita. Karena itulah sudah sepantasnya kita pun harus menyibukkan diri hanya untuk beribadah kepada-Nya dan tidak lalai daripadanya (beribadah), bukan malah menyibukkan diri dengan apa yang Rabb ciptakan untuk kita (dunia dan segala isinya).

Oleh karena itu pula sahabatku, seorang hamba harus menerima ketentuan Rabb-nya, menyerahkan semua kepada-Nya, dan mencukupkan diri dengan kecukupan yang diberikan Rabb pada kita. Orang yang menyadari bahwa pilihan Rabb adalah yang terbaik bagi dirinya akan merasakan sesulit apapun musibah yang dideritanya maka itu akan terasa ringan dan mudah.

Menantikan kebaikan Allah, tak pernah bersedih atas segala ujian dan cobaan serta menyerahkan semua perkara hidup pada Dzat Yang Maha Tinggi, itu lebih mulia daripada terlalu larut dalam kesedihan dan mematikan hati dari nikmat Allah. Semua itu harus karena keyakinan kita pada kebaikan, kemurahan dan pilihan Allah Sahabatku.

Tidak ada istilah tidak menerima, menentang, dan murung atas cobaan yang ada. Tapi sebaliknya, yaitu jiwa yang tenang yang penuh rasa syukur dan selalu bersabar. Ikhlas-lah dalam mencinta sahabatku, karena dibalik hujan dan mendung pasti ada pelangi dengan warnanya yang indah.

Dari Zaid ibn Tsabit, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa menjadikan dunia sebagai keinginannya, maka Allah akan menceraiberaikan urusannya (sehingga dia menjadi bingung dibuatnya), Allah akan menjadikan kefakirannya di depan kedua matanya. Dan, tidak datang kepadanya dunia, kecuali yang telah dituliskan untuknya. Dan, barangsiapa menjadikan akhirat sebagai niatnya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya (sehingga mudah-mudah saja semua itu dijalaninya). Allah akan memberikan kekayaannya di dalam hatinya, dan akan datang kepadanya dunia karena dunia itu rendah sekali’.

Untuk Sahabatku yang mulia hatinya…
Mencintalah karena Allah…
Mencintalah karena mengharap ridho dari-Nya…
Mencintalah dengan merindu bayang-Nya…
Mencintalah dengan mengulang bahasa-Nya yang sarat akan makna..Al-Qur’anul Karim..
Mencintalah dengan merindukan senyum dan perjumpaan dengan-Nya…
Ikhlas-lah sahabatku…ikhlas-lah dalam mencinta…
Berdo’alah…Berusahalah…Berikhtiarlah…dan Bertawakkal-lah…
Semoga Allah menuntun kita dan merahmati kita dengan cinta yang menuju pada Cinta-Nya…
Mencintalah…karena dalam mencinta itu terdapat ibadah…dan beribadahlah dengan penuh rasa cinta…


1.     Sahih, dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad, dan Hakim dari Abu Sa’id, dan dishahihkan oleh Albani dalam Shahih Al-Jami’ (1814) dalam Kaifa Nuhibullah wa Nasytaqu Ilaihi, DR. Majdi Al-Hilali, hal.29.
2.       Referensi :
-          Al-Qur’an Al-Karim.
-   Kaifa Nuhibullah wa Nasytaqu Ilaihi karya Dr. Majdi al-Hilali versi terjemahan.
-          La Tahzan karya Dr. ‘Aidh al-Qrni versi terjemahan.


Dari Sudut Kecil Istanaku…
Kembali di sudut berhiaskan warna rintik hujan...
Untuk Pria Yang Selalu Dirindukan Surga

Doa Untuk "Calon Imamku????"

Rabb ku Sang Maha Cintaku...
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku...
Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu...
Seorang pria yang akan meletakkanku di hatinya setelah Engkau...
Seorang pria yang berkata dan berhati bijak...bukan sekedar cerdas semata...
Seorang pria yang tidak hanya mampu mencintaiku tapi juga menghargaiku...aku dan keluarga kecilku...
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga mampu mendidikku...dan anak-anak kami...
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena rupaku tetapi karena apa yang ada dihatiku...

Rabb ku Sang Maha Cintaku...
Aku berdoa untuk seorang pria yang kucintai karena Engkau...
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai kekuatannya...
Seorang pria yang membutuhkan doaku bagi hidupnya...
Seorang pria yang membutuhkan senyumku untuk sedihnya...
Seorang pria yang membutuhkan hadirku untuk membuat hidupnya lebih sempurna...
Seorang pria yang membutuhkan sifat rahimku untuk menjadi ibu bagi anak-anak kami...
Seorang pria yang akan menjadi imamku...

Rabb ku Sang Maha Cintaku...
demi AgungMU dan kesucianMU....
Izinkanlah aku menjadi wanita yang kuat...
agar selalu mampu jadi sandaran ketika ia mulai rapuh...
Izinkanlah aku menjadi wanita yang tegar...
agar selalu mampu membuatnya tetap tersenyum untuk dunia...
Izinkanlah aku menjadi wanita yang sabar...
agar selalu mampu mencintainya dengan segala lebih dan kurangnya...
Izinkanlah aku untuk tetap ceria...
agar selalu mampu hadirkan gelak tawa ketika ia merasa jenuh...

Rabb ku Sang Maha Cintaku...
Berikan aku kesehatan disisa usiaku...
agar aku selalu mampu melantunkan ayat-ayat suciMU untuknya disetiap pagi...
melayaninya dengan ikhlasku dan bahagiaku...
agar aku selalu mampu mengucap salam ditiap pagi dan malamnya...
agar aku selalu mampu menjaga dan mendidik malaikat-malaikat kecil kami...
agar aku selalu mampu melihat dan temaninya dalam lelahnya...

Rabb ku Sang Maha Cintaku...
IZinkanlah agar aku mampu merasakan ikhlas...
bukan dengan ambisiku...bukan pula dengan egoku...
tapi dengan ikhlasku untuk mencintainya...
satu bentuk cinta yang tak mengenal istilah menyakiti...
disakiti dan tersakiti karena mencinta...
Izinkanlah agar aku menjadi wanita pembawa berkah bagi hidup dan kehidupannya...
bagi umur serta rizkinya...

Rabb ku Sang Maha Cintaku...
dengan Doa dan Keyakinan, dengan Sabar dan Ikhlas...
serta dengan Ikhtiar dan tawakkal ku...
aku akan menunggu masa itu datang...
akan ku perbaiki diriku untuk pertemuan itu...
akan ku pantaskan pribadiku untuk pria itu...

Terimakasihku untukMU Rabb ku Sang Maha Cintaku...
Karena aku tahu inilah bukti bahwa Engkau begitu mencintai kami...
Bahwa Engkau selalu menjaga kami dari api-api neraka...
Bahwa Engkau selalu menjaga kami dari perbuatan yang sia-sia...
dan aku akan bersamaMU Rabb ku Sang Maha Cintaku...
menunggu masa itu datang...
masa dimana pada akhirnya pertemuan itu Engkau Ridhoi...
masa dimana dua insan ini memetik buah kerinduan atas nafas cintaMU...

Ya ALLAH...Ya Tuhanku...
Rabb ku Sang Maha Cintaku...
ALLAH Azza Wa Jalla...
Seolah Timur dan Barat Engkau pisahkan raga ini...
tapi aku yakin...dengan izin dan ridhomu tak akan ada yang Tak mungkin...
Bahagia itu akan tiba pada masanya...
karena hari ini kami menebar bibit-bibit keindahan dan kebahagiaan...
Rabb ku Sang Maha Cintaku...
ketika masa itu tiba....Izinkan kami berucap syukur...
Betapa besarnya Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung...
karena menganugerahkan seseorang yang mampu membuat hidup kami lebih sempurna...
Atas AgungMU dan Atas KesucianMU...
Sungguh aku hanya akan mencinta karenaMU...
Rabb ku Sang Maha Cintaku...

Untuk Sang Maha Cintaku

Rabb...
tersadar aku ternyata diri ini berlumur dosa...
tertegun aku ketika merasakan nikmatMU yang begitu nyata bagi pendosa ini...
terenyuh aku tatkala terngiang oleh merdunya suara ayah bunda...

terketuk hatiku...terbuka fikiranku...
tak ingin lagi aku lewati jalan ini Rabb...
jalan yang tanpa cahaya cintaMU...

Rabb...
ingatku akan kasarnya bahasa yang terucap pada ayah bunda...
ingatku pada kekurangajaran hingga meneteslah air mata kesedihan ayah bundaku...
ingatku akan masamnya paras serta keluh sesalku pada ayah dan bunda...
ingatku pada angkuhnya aku atas diri yang sesungguhnya tiada daya dan upayaku...
ingatku akan kerasnya hati dari menerima segala risalah tentangMU...
ingatku pada kelunya bibir dari menyebut asma MU...
ingatku akan bekunya hati dari mengingatMU dan melakukan semua karenaMU...
ingatku pada somboNgnya diri terlupa syukur atas nikmatMU...
ingatku akan dzalimnya akal dan perbuatan yang menuntunku pada kejahiliyahan...
ingatku pada kejamnya lakuku yang tak peduli pada sesamaku..saudaraku...
ingatku akan cacatnya ibadahku karena bodohnya aku...
ingatku pada lemahnya iman yang membuatku khilaf dan penuh dosa...
ingatku akan bodohnya diri yang tak sadar bahwa hidup ini hanyalah sementara...

Rabb...
Kini...Sungguh aku ingin kembali padaMU...
teringat aku akan api nerakamu yang menghembuskan nafas terpanas dan terdinginnya...
mungkin memang aku terlalu hina untuk surgaMU...
tapi bagaimana pula aku sanggup untuk nerakaMU...
bahkan Nafas nerakaMU yang begitu panas seolah mendidihkan darah di otakku saja aku tak sanggup...
bahkan Nafas nerakaMU yang begitu dingin seolah akan meremukkan tulang-tulangku pun aku juga tak sanggup...
Apalagi nerakaMU Rabb ku...Aku tak akan pernah sanggup...

Sungguh aku ingin kembali Rabb...
Sungguh akulah pendosa itu Rabb...
Sungguh akulah hambaMU yang lalai itu Rabb...
sungguh akulah anak yang durhaka itu Rabb...
Sungguh akulah wanita yang dzalim itu Rabb...
Sungguh akulah umat yang tak pandai bersyukur itu Rabb...
Sungguh akulah manusia hina itu Rabb...

Tapi Sungguh aku pulalah yang ingin kembali padaMU Rabb...
bersamaMU...selalu dalam RangkulanMU Rabb ku...Sang Maha Cintaku...
Tapi Sungguh aku pulalah yang merindukan perjumpaan denganMU Rabb...
berada disisiMU...bersama golongan hambaMU yang Engkau cintai...

Rabb...
Bukan hanya sekedar impian dalam hatiku yang penuh harap...
Bukan hanya dengan rangkaian kata yang tercipta oleh jemariku yang menari...
Bukan pula hanya dengan kalimat yang terucap dibibirku yang bersenandung....
Tapi akan kubuktikan padaMU Rabb ku...
bahwa diri ini bersungguh-sungguh meyakini dengan hati...
malafadzkan dengan ucapan...
dan mengamalkan dengan perbuatan...
bahwa aku akan selalu meniti jalan-jalan cintaMU....
jalan dimana terdapat cahaya-cahaya kasihMU...
dan akan aku biarkan diri ini tetap larut dan hanyut dalam mencintaiMU...
hanya untukMU Rabb ku...karena aku begitu mencintaiMU...
dan Demi Ayah Bundaku...
demi SUrga yang Engkau Janjikan bagi mereka karena doa anak yang sholeh...
demi surga yang Engkau janjikan pada Mereka atas kesabaran mereka dalam menjaga amanahmu...
deMi Surga yang Engkau Janjikan karena mereka berhasil mendidik putri kecilnya menjadi seorang muslimah...

Rabb ku...
Demi waktuMU yang masih Engkau sisakan untuk taubatku...
Izinkanlah aku kembali padaMU dengan utuh...
Demi kesempatan yang masih Engkau berikan untuk sujudku...
Ampunkanlah aku atas segala dosa yang telah aku perbuat...
Demi nafas yang masih Engkau titipkan untuk amalku....
Berkahilah rizkiku, amalku juga usiaku demi AgamaMU...
Demi denyut nadi yang masih Engkau izinkan untuk hijrahku...
Tuntunlah aku sehingga aku pantas merasakan surga dan melakukan perjumpaan denganMU...
dengan RasulMU...hamba-hamba terbaikMU...Serta Keluarga kecilku...
dalam SurgaMU Rabb ku...bersama diSisiMU...

Rabb ku...
Seiring dengan tibanya RamadhanMU....kumemohon...
Terimalah taubatku...terimalah taubatku...terimalah taubatku...
Izinkan ibadahku tanpa noda tersisa...
Sujudku untukMU...
Rinduku teruntukMU Rabb ku...Sang Maha Cintaku...
Wahai Dzat Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang...
Wahai Dzat Yang Maha Mengampuni...
Wahai Dzat Yang segala Daya dan Upaya ada padaNYA...
ALLAH Azza Wa Jalla...

Ketika Allah hadirkan keajaiban NYA....

Ayah...
tahukah ayah bahwa putri ayah ini adalah wanita yang lemah..
Ayah...
tahukah ayah bahwa putri ayah ini tak setegar ayah...
Ayah....
tahukah ayah bahwa hati putrimu ini begitu tersentak...
Ayah...
tahukah ayah nyaris tak ada satu kata pun yang mampu terucap...


Iya ayah....ini benar...
putrimu memang lemah...
putrimu memang tak setegar ayah...
hati ini memang sangat tersentak...
dan benar...nyaris tak satu kata pun yang mampu terucap...
ketika ku dengar kabar itu dari mulut ayah...


Sebuah kecelakaan yang membuat ayah tak celaka....
berita kecelakaan yang membuat putrimu tersadar....
ternyata ALLAH begitu sayang padaku, pada ayah, dan pada kita...
iya ayah...
ALLAH tak hanya mendengar doa-doa kita...
tapi ALLAH membuktikan bahwa doa itu punya kekuatan...
tak ada yang tak mungkin atas semua kuasaNYA...


setelah terlempar ke tengah jalan....
hanya tinggal sejengkal lagi kendaraan itu akan menggilas perut ayah...
jika tak ada kasih Rabb...
aku tak yakin akan ada ulang tahun ke 56 di 7 januari 2011..
jika tak ada wujud cinta Rabb...
aku tak yakin bisa mencium tanganmu lagi setelah hari ini....
jika tak ada bukti sayang Rabb...
aku tak yakin bisa menyiapkan secangkir minuman hangat tuk ayah lagi...
jika Rabb tak beserta ayah...
sepertinya tak akan kudengar lagi lantunan ayat suci AL-Qur'an dari bibir ayah...
Jika Rabb tak beserta kita...
aku tak bisa bayangkan akan seperti apa pernikahanku kelak...


Ayah....
hari ini Rabb mengajarkan satu hal yang begitu berharga...
Rabb menyadarkanku betapa berharganya Ayah....
Rabb menyadarkanku betapa berharganya sebuah kebersamaan...
Rabb menyadarkanku bahwa doa-doaku selama ini tak pernah percuma...
Rabb menyadarkanku bahwa ayah dan bunda benar anugerah yang tak akan tergantikan dihidupku...


Tapi aku takut ayah....
karena ku tahu ini adalah peringatan dari Rabb...
Rabb mengingatkanku bahwa tak ada satu pun yang mampu menangguhkan perjanjian dengan NYA...
Rabb mengingatkanku untuk memperbanyak ibadahku....
Rabb mengingatkanku bahwa doa punya kekuatan luar biasa...
Rabb mengingatkanku agar aku tak lupa menghadirkan NYA dalam tiap ruang kehidupan kita...
Rabb mengingatkanku untuk terus berbakti selagi ayah dan bunda masih dapat merangkulku...
Rabb mengingatkanku agar tetap mencintai ayah dan bunda karena kecintaan pada Rabb....


Ayah....
tak sanggup ku ucap kata cinta pada ayah...
tak sanggup ku utarakan kebanggaanku pada sosok ayah...
tak sanggup ku lukiskan betapa hati ini begitu menyayangi ayah...


Ayah....
semoga cinta dan kasih Rabb akan selalu beserta ayah...beserta bunda...
semoga ALLAH selalu menjaga ayah dan bunda dalam tiap liku kehidupan yang ayah dan bunda lalui...
semoga kesabaran dan keikhlasan selalu jadi pelindung bagi hati ayah dan bundaku tercinta...
semoga ketawadhu'an dan ketaatan jadi kekuatan bagi ayah dan bunda...
kan ku buat kalian bangga pada putri kecilmu yang kini mulai dewasa...
kan ku buat kalian bangga suatu hari ini....
tak akan ku biarkan air mata kesedihan dan kekecewaan menaungi hari-hari ayah dan bunda yang begitu kucintai karena ALLAH...


Ayah....
semoga umur ayah semakin berkah....
begitu juga bunda....


*oleh putrimu yang begitu mencintai kalian karena ALLAH...