Inilah Cinta, Kitalah Cinta...


Di senja yang cerah pada bulan Ramadhan yang penuh berkah, memang benar-benar itulah keberkahan yang datang dari Sang Maha Cinta kita. Pertemuan yang tak pernah kita rencanakan sebelumnya, perkenalan yang singkat dan tentu saja, Indah.

Masih terekam jelas dalam memoriku yang rapuh setiap menit dan detik yang begitu berharga yang telah kita lewati bersama. Tanpa cacat, tanpa noda, dan tanpa cela yang ada hanya rona bahagia. Perkenalan yang tak disengaja, senyum yang teretas sepanjang pembicaraan, tawa yang renyah hingga kamu berpamitan, bahkan usahamu untuk mendekati.

Semuanya terangkai dengan indah, seindah mentari di permulaan fajar yang kala itu kita kejar dengan semangat Sang Pemenang. Semuanya terjalin dengan elok, seelok jaring laba-laba yang berkelok dan membiaskan keanggunan dalam liukan Maha Karya-Nya. Semuanya terjalin sempurna, sesempurna malam dengan taburan bintang berhiaskan purnama yang melukiskan Kita dengan cahayanya.

Harusnya, hari ini kitalah yang tunjukkan pada mereka bahwa inilah cinta, Kitalah Cinta. Bukan ketika dua insan saling berucap manis, saling bergenggaman tangan, dan berangkulan penuh kasih dibawah payung-payung dosa. Bukan, Itu bukan cinta, itu syahwat.

Harusnya, hari ini kitalah yang buktikan pada mereka, bahwa inilah cinta, Kitalah cinta. Bukan ketika kita memaksa diri untuk terus bersatu, berkomunikasi setiap waktu, mengumbar kata mesra dan cumbu rayu. Bukan, Itu juga bukan cinta, itu syahwat.

Harusnya kitalah yang menunjukkan pada mereka, bahwa inilah cinta. Semuanya dalam rangkaian indah Sang Maha Cinta kita, dari perkenalan singkat itu hingga proses sederhana yang akhirnya mengantarkan kita pada Cinta. Cinta yang hanya kita yang mengerti. Cinta yang berdasar pada ketakutan jika Cinta kita adalah Cinta yang membuat Rabb semakin cemburu. Cinta yang menundukkan pandangan kita agar tetap terjaga dari sambaran api-api neraka. Cinta yang membuat jelas hijab antara kita, kamu dan aku, antara dua pecinta yang belum berlabel halal. Cinta yang berlandaskan kecintaan kita pada Sang Maha Cinta.

Harusnya, hari ini kitalah bahagia, dan mengabarkan pada mereka bahwa inilah cinta, Kitalah Cinta. Ketika engkau datang pada ayah dan meminangku. Memohon ridho ayah dan bundaku untuk menjagaku, mendidikku, menjadi imam untukku. Tapi Sang Maha Cinta berkehendak lain.

Harusnya, hari ini kitalah bahagia, yang berdiri bersama, di hadapan Ayah Bunda, Sanak Keluarga dan Sang Maha Cinta, berikrar di bawah Ijab dan Qabul dan dengan lantang kita ucapkan inilah cinta, Kitalah Cinta. Tentu saja, ketetapan Sang Maha Cinta pula-lah yang berkuasa atas kita.

Harusnya hari ini terbukalah hijab antara kita dan pemahaman orang lain tentang cinta, suatu konsep yang didefinisikan secara dangkal oleh mereka, awam. Mereka yang selalu beranggapan inilah bentuk pengecewaan, pengkhianatan dan sumber kesedihan. Memang sulit menjelaskan konsep cinta yang kita pahami dan konsep cinta dalam pandangan awam. Karena cinta yang kita bangun adalah Cinta dengan gelimangan makna yang hakiki. Bagi awam mungkin inilah bentuk kekejaman yang nyata. Tapi, bagi kita inilah suatu bentuk penghambaan yang utuh pada Sang Maha Cinta, inilah Cinta, Kitalah Cinta. Tapi tetap saja, Sang Maha Cinta lebih berkehendak atas kita.

Cinta, itulah yang kita sebut suatu bentuk ikhlas. Suatu bentuk penghambaan yang memalingkan kita dari segala keletihan yang membuat kita semakin jauh dari Sang Pemilik Cinta. Suatu bentuk rasa yang terangkai antara aku, kita, dan Sang Maha Cinta.

Allahu Akbar...
Inilah kisah singkat yang membekaskan Cinta dalam warna ceritanya, yang meleburkan setiap doa, harap, dan air mata di atas sajadah cinta dalam keheningan malam yang panjang. Yang membiaskan ego dan syahwat dalam keberserahan yang benar-benar utuh, yang menyisakan kerinduan yang mendalam... Selalu dalam rangkulan kasih Sang Maha Cinta..

Inilah keberserahan Cinta..
Menyerahkan Cinta pada Sang Pemilik Cinta..
Membiarkan Ia merangkai cerita tentang Cinta..
Kami yang jatuh Cinta karena Sang Maha Cinta, akhirnya pun diuji dengan Cinta..

Ketimbang aku, ternyata Sang Maha Cinta lebih mencintaimu..
Hingga akhirnya, Ia pun memanggilmu kembali dalam pelukan Cinta dan Kasih-Nya..
Tanpa isyarat... tanpa salam perpisahan...
Engkau pun kembali pada-Nya...
Pada Sang Maha Cinta...Sang Penggenggam Jiwa..

Bahkan, tiap bulir yang membasahi wajah pun seolah tak mampu membujuk Sang Penggenggam Jiwa untuk kembali meniupkan ruh-Nya dijasadmu yang sama sekali tak akan pernah kujumpai. Atas setiap cerita cinta dan mimpi yang telah kita rangkai, Sang Maha Cinta kita ternyata telah lebih dulu menetapkan keputusan-Nya di tiap-tiap rencana dan keberserahan kita yang utuh..

Kita yang mengawali Cinta dengan keikhlasan. Merangkai mimpi pun dengan keikhlasan. Kita yang tak bertemu dan tidak pula berpisah kecuali karena Allah. Terpisah pun tetap diiringi dengan keikhlasan, dan memang selain Ikhlas tak ada lagi yang harus kita lakukan...

Sekarang, aku disini..sendiri, melanjutkan mimpi yang pernah kita rangkai. Entah akan seperti apa jadinya, tapi aku tetap bersama Sang Maha Cinta kita, tetap mengikhlaskan detik-detik berharga dalam tiap tarikan nafasku pada Sang Penggenggam Jiwa. Hingga akhirnya nanti dan entah kapan, tibalah hari dimana Sang Maha Cinta mempertemukan dua hamba pecinta yang mencinta karena-Nya di tepian Telaga Kautsar dalam Raudhah-Nya yang penuh keberkahan. Entah akan seperti apa akhir cerita Cinta yang telah Rabb sisakan untuk hidupku, karena hari ini yang aku tahu Dialah Cinta, Rabb lah Cinta, Allah lah Cinta..

Inilah rencana indah dalam rangkaian Cinta Sang Maha Cinta kita..
Selalu dalam rangkaian indah.. aku, kita, Allah...

Yang berharap dirindukan Surga..
Dalam gelimangan Cinta dan Kasih Allah..



Mencari "Spirit Dongeng Kurcaci"-ku yang Hilang



Teringat dulu, ketika aku mampu berimajinasi dengan bebas, tanpa beban dan mampu menuliskan nya dalam lembaran-lembaran kecil yang kusebut "Kumpulan Dongeng Kurcaci". Bercerita fiktif dan menungkan nya melalui goresan penaku yang kaku dari menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, minggu ke minggu, hingga akhirnya terkumpullah tumpukan kertas yang selalu mampu menghipnotis teman-teman kecilku, mengajak mereka larut dan jatuh cinta pada pergumulan bersama lembaran-lembaran cerita milikku, Membaca.


Itu dulu kisah 15tahun yang lalu, ketika aku belum mengenal istilah menyerah, ketika tak ada satupun yang mampu mengungkung kebebasanku dalam berimajinasi, ketika yang aku tahu duniaku hanya bermain dengan kata. Menyusunnya menjadi bacaan ringan khas tulisan bocah, tak penting gaya bahasa apa yang sedang kugunakan, tak penting pendapat orang tentang cerita konyol yang kutuliskan, yang aku tahu ceritaku selalu menjadi topik menarik dalam komunitas kami, bocah-bocah kecil.

Tapi kini, semangat itu seolah lenyap, potensi itu seolah terpendam dalam peti yang terkunci rapat. Menulis sepertinya menjadi hal yang tak mudah. Berimajinasi menjadi hal sulit yang baru mampu aku temukan dalam moment-moment penting di setiap detik kehidupanku. Kebutuhan orang lain akan tulisan yang bernutrisi seolah menjadi momok bagiku. Entah mengapa aku seolah mulai peduli terhadap cibiran-cibiran orang. Memangkas potensiku, Miris.

Melihat teman-teman terus mampu berimaji dengan kata, membersitkan cemburu di hatiku yang tak kunjung mampu bersimfoni indah dalam kata. Melihat teman-teman terus menghasilkan karya-karya indah membuat naluri menulisku seolah terpanggil lagi. Ingin rasanya kembali membangkitkan ruh imajinasiku yang telah berhibernasi dalam jangka waktu yang lama. Ingin rasanya menuntun jemariku kembali menari gemulai diatas lembaran-lembaran kecil itu lagi, kembali berimajinasi dengan bebas dan tanpa beban, kembali Menulis.

Ya, itulah proses panjang yang menyiksa. Itu kisahku dan setiap orang pasti punya kisahnya sendiri ketika ide dan imajinasi itu seolah terkungkung. Teman, tolong ceritakan padaku jalan seperti apa yang kalian tempuh untuk keluar dari labirin ini????

Ketika Semangat Menembus Langit


Mahkota dalam hati seseorang yang merdeka itu...
Laksana Matahari yang mengungkapkan cintanya..
Laksana Purnama yang mengukir huruf-huruf dengan cahayanya...
Laksana Hujan yang menyejukkan wajah bumi dengan bulir-bulirnya yang mengkristal...
Itu lah yang aku sebut Semangat Tanpa Batas...

Menulis memang sesuatu yang membuatku merasa nyaman walau terkadang membosankan...
Tapi, akan tetap seperti itu juga..
Sebosan-bosannya seorang pecinta kata melukiskan imaji-nya dalam kata, pasti akan tetap kembali menulis juga..

Sama halnya dengan cinta dan mencinta..
Kadang, sebosan-bosannya aku mengungkap makna tentang cinta,
pasti akan kembali ku urai juga beribu kata tentang setitik rasa halus yang...
Entahlah...kadang hadirnya selalu saja mengejutkan..
Itulah Cinta...

Kembali ketika aku menorehkan jejak-jejak mimpiku...
Tentang cita-cita besarku...
Tentang pencapaian-pencapaian yang harus segera kuraih...
Tentang Pegunungan Berkabut Biru...
Tentang hari-hari ku yang selalu saja luar biasa...
Tentang doa syahdu diatas sajadah cintaku...
Tentang lembaran mushaf yang telah mem-Buku...
Tentang perjalanan panjang yang membentuk Jazirah Cinta Dibalik Awan...

Selalu saja, soal cinta seolah tak pernah lelah membuat onar disudut-sudut hati dan fikirku yang selalu macet dengan ini dan itu...
Hmm...bahkan tak jarang mereka menyebutku "Workaholic", "Kutu Buku", "Pemilih", "Perfectionist"...sesuka mereka... :))

Bagiku menjadi "workaholic" lebih terhormat, daripada hanya sekedar menghabiskan waktu untuk menjadi "shopaholic", "makeupholic", dan sebangsa holic-holic lainnya...(mungkin)...unrespect...

Bagiku dinilai "Perfectionist" jauh lebih bersahaja daripada dianggap "careless", "hopeless", ataupun "heedless"...menyedihkan...

Dan tentu saja, hidupku jauh lebih berharga daripada sekedar ocehan-ocehan mereka yang...
Tentu saja, Mencintaiku...

Cinta...Cinta...Cinta...
Entah definisi cinta seperti apa yang sedang mereka cari dariku..

Karena Bagiku...
Berlama-lama duduk bersama tumpukan buku dan lembaran kertas, itulah Cinta...

Di duniaku...
Membasuh luka dan mengubah muram jadi tawa...
itulah Cinta...

Untukku...
Setiap detik emas yang kulewati bersama para pencari ilmu...
itulah Cinta..

Di hariku...
Menularkan kekuatan makna sebuah mimpi...
itulah Cinta...

Sang Maha Cinta...itulah Cinta...
Ayah, Bunda, dan Adik-Adikku, itulah Cinta...

Dan tentu saja, aku selalu tak punya cukup kata untuk mendeskripsikan sekelumit makna-ku pada mereka tentang Cinta...
Yang mereka tahu Cinta itu hanya ketika aku menemukan Pria yang tepat untuk hidupku...

dan tentu saja, lagi-lagi aku tak punya cukup kekuatan untuk menjabarkan bahwa Aku lebih percaya Tuhan telah mempersiapkan pria itu untuk bahagiaku, disana...
Yang namanya masih dirahasiakan Rabb untukku...
Ditempat itu...
entah disini...atau diseberang sana...
Tapi aku tetap saja percaya..
bahwa Pria itu sedang mengindahkan ruang di hatinya untukku..
Tenanglah...aku pun telah dengan malu-malu meminta ini pada Sang Maha Cinta...

Mewujudkan cita dengan cinta itu pun cinta...
Merengkuh cita dengan kekhasan cinta itu juga cinta...
Merangkai cita beriring cinta itu lah yang kusebut cinta...
Pegunungan berkabut biru itu pun cinta...
Azzamku yang mengangkasa itu juga cinta...

Dan aku lebih percaya...
Setiap kuntum mawar akan selalu menemui masanya untuk mekar dan jadi indah...
Setiap sungai-pun akan selalu sampai pada muara untuk menjawab sapanya...
Begitu juga Sang Surya..yang akan selalu tepat waktu tiba di peraduan ketika hari mulai senja... :))

Terkadang...
Singgasana dalam jiwa seseorang yang Semangatnya Menembus Langit itu..
Laksana Mentari yang tak pernah ingkar janji menyapa pagi dengan hangatnya...
Laksana Suara Petir yang mampu memecah hening penduduk Bumi dengan Gagahnya...
Laksana Pelangi yang selalu merangkai senyum dibalik hujan dengan gradasi warna yang sempurna...
Laksana Langit malam yang selalu bersimfoni melukis semesta dengan gugusan bintangnya...
Dan itu...
AKU...KITA...

Rabb dan Bahagiaku...

Masih jelas dalam ingatanku saat pertama pertemuan kita...
Kamu yang berhasil mencuri perhatianku...

Aku rasa memang...
Sepertinya hati ini masih terlalu rapuh untuk jatuh cinta lagi...

Sedangkan kualitas cintaku pada Rabb saja masih harus terus ku perbaiki...
Jadi, bagaimana mungkin aku jatuh cinta dengan yang lain hari ini???

Huh...
Rasa dan pesona yang tak biasa itu memang mampu menghypnosa ku..
Aku pun bermain jauh di alam liarku dengan rasa yang mungkin tak nyata...
Dan tentu saja rasa yang memang tak boleh ada sebelum ada label "Halal"...
Hanya sesaat...sekejap...dan hilang... :)

Pedih...Sedih...Lirih...
Berkali-kali jatuh dan mampu bangkit lagi telah membuatku ter-anastesi oleh sekelompok rasa memuakkan seperti itu...

Dan aku... 
Jauh lebih kuat hari ini...
Bukan merasa disakiti atau tersakiti...
Tapi mengambil arti...
Bahwa kadang ada rasa yang terlihat indah tapi ternyata itu hanya sekedar fatamorgana...

Sedangkan...
Dekat disini, mungkin dihatiku...
Ada setitik cahaya menuju Surga yang telah Rabb persiapkan lama untuk bahagiaku...

Tak terlihat...
Hanya mampu dirasa oleh hati yang penuh maaf dan rasa syukur...
Jalan Cahaya yang menuntunku dengan iman...

Kebahagiaan tak terkira yang pasti sedang Rabb persiapkan untuk bahagi duniaku...dan akhiratku...
Ya, aku yang dihatiku selalu penuh harap untuk dirindui oleh Surga akan selalu punya cara tersendiri untuk mencinta dan dicinta...

Dan dengan lantang kukatakan pada hatiku...
Belum Saatnya Aku Jatuh Cinta Pada yang lain hari ini...


Aku tahu...
Karena Rabb tak pernah lupa...
Dan Ia tak akan pernah ingkar janji...
Karena Rabb selalu ada untuk membahagiakanku...
Aku dan keluarga kecilku... ^_^

#the only reason

Dibalik gemericik bulir-bulir air yang mengkristal...
Selalu di sudut istanaku...
20 Agustus 2012 (19.19)

Dream about My Sweetest...


Catet ah tanggal hari ini Pontianak, Sudut Istanaku, 21 Mei 2012 (19.47)

Mimpiku masih sama seperti hari kemarin...
Melanjutkan study ke Australia...
Dulu, saat pertama kali bunda saranin untuk coba daftar beasiswa itu rasanya seperti aku bertemu hidupku yang baru...
My 2nd new world...Amazing...

Dapet restu dari bunda itu rasanya kaya apa yaaa???
Speechless dah pokonya...
Terlalu indah buat di ungkapin...

Dan hari ini....bunda has another pray...hiks :'(
Ga taw sih...tapi kaya'nya bunda juga pengen ayyi nya mesti kerja dulu baru ngelanjutin study...
Ini juga amazing banget...
tapi amazing yang bikin sedih...sediiiiiihhh luar dalem...hiks :'(

Belum lagi kebijakan kampus...

anehnya itu, karena ijazah s1 ku ga bisa di ambil sebelum profesi selesai,padahal ini clear bahwa ijazah s1 dan ijazah profesi itu pisah dan berbeda. Lagipula untuk mendaftar beasiswa ini yang saya butuhkan hanya ijazah s1 doang koq...kebijakan yang aneh... :(

Masih ada lagi ternyata...
Sertifikat TOEFL yang udah expired...hehehe....mesti ikut TOEFL preparation lagi nii bwt dapetin sertifikat itu dan...klo semuanya udah ditangan ayyi, ya berkasnya akan segera secepatnya tinggal kirim...Amiiiiiiiiinnnn.....

Lihat kan bagaimana Allah ingin menguji keseriusan dan kesabaran hambaNYA...keyakinan hambaNYA...
apalagi ayyi yang kadang iman pun sebentar naik dan kadang lebih cepat turunnya...hiks :'(

Hari ini aku menulis seperti ini bukan tanpa maksud apa2...
akan aku tunjukkan pada dunia bahwa Allah itu tidak pernah meninggalkan hambaNYA lewat apa yang terjadi dalam kehidupan kita..

aku ingin tunjukkan pada semuanya..membuktikan pada kalian yang terkadang kurang yakin bahwa Keajaiban Allah itu Mungkin...
There is Nothing Impossible For ALLAH...
And...IMPossible means I'M Possible...So????
We have no reasons to deny the Miracles from ALLAH...

Hingga hari ini pun aku masih akan terus berusaha..memantaskan diri walau terkadang sedikit sulit agar Allah melihat keseriusanku dan meng'ijabah setiap doa2 yang selalu aku hadirkan ditiap sujudku...

Akankah?????
Ikuti terus Mushaf-Mushaf cinta antara aku, Rabbku, dan mimpiku yaa.... ^_^
Bismillahi Tawakkaltu'alallah...

Wa laahaula wa laa quwata illa billahil'aliyil'adzim...