Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh...
CINTA….
Berjuta rangkaian kata mungkin tak sanggup mengungkap beragam makna tentang cinta…
Ribuan warna pelangi pun mungkin tak mampu melukis betapa indah mencinta itu…
Mereka begitu berbahagia…
Tapi…
Tak jarang pula…mereka ibarat pohon yang layu, kemudian mengering lalu mati karena tersiksa dengan mencinta…
Ya, tak sedikit pula mereka yang merasa seolah langit tak lagi menaunginya serta bumi bukan tempat berpijak baginya….
Begitu banyak yang berbahagia karena mencinta…
Tapi bukan tak ada pula mereka yang menderita karena mencinta…
Ya itulah…sedikit pengaruh Cinta yang mampu merubah kehidupan kita…
Sahabatku…
Mungkin pemahaman anda dan saya tentang cinta pun jauh berbeda…
Tapi saya akan ungkapkan beberapa hal tentang Cinta dan Hakikat Cinta itu sendiri…
Perasaan cinta itu hadir ketika bayang tentang-Nya menjadikan semangat pada hari-hari kita..
Ketika bahasa-Nya membawa kemuliaan bagi kita karena maknanya…
Ketika senyum dan perjumpaan dengan-Nya membawa kita pada kerinduan yang mendalam…
Ketahuilah Sahabatku…
Bahwa sesungguhnya Cinta itu adalah suatu bentuk IKHLAS…
Ialah rasa yang tak mengenal istilah disakiti, menyakiti, ataupun tersakiti karena mencinta…
Hanya mereka yang salah pemahamannya tentang cinta dan mencinta itulah yang begitu menderita ketika cinta itu hadir tanpa bisa dimiliki…
Hanya mereka yang tak sadar dengan hakikat cintalah yang begitu tersiksa bathinnya ketika yang dicintainya tak kunjung mengisi hari-hari nya…
Ya, Cinta itu adalah IKHLAS….
Dan dalam Ke-IKHLAS-an itu pasti selalu ada kekuatan cinta yang begitu besarnya...
Sama halnya ketika kita mulai mencintai seseorang, kita begitu menginginkan hadirnya dalam hidup kita…tapi apa yang kita dapat???
Rasanya Tuhan pun tak kunjung meng-ijabah doa-doa kita…
Orang yang kita cintai malah memilih dan menikah dengan orang lain…
Orang yang kita cintai malah mendustakan dan menduakan kita…
Orang yang kita cintai ternyata tak mampu menerima segala kekurangan kita dan tak mampu mencintai kita tanpa syarat...
Orang yang kita cintai ternyata lebih mengagungkan dunia dan tahta daripada mencari surga bersama kita…
Jika seperti itu…mungkin memang benar betapa menderitanya mencinta itu…
Tapi sahabatku…sekali lagi saya katakan bahwa cinta itu suatu bentuk ikhlas…Yaa…IKHLAS!!!!
Sekarang teruslah membaca…
Mengapa rasanya Tuhan begitu tak adil pada kita???
Mengapa rasanya Tuhan memberikan kebahagiaan pada sebagian hamba-Nya tapi tidak pada kita???
Sesungguhnya tidak seburuk dan sejahat itu sahabatku…
Tak tahukah kalian bahwa sesungguhnya saat itu Rabb pun sedang cemburu??
Tak tahukah kalian bahwa sesungguhnya Rabb begitu menginginkan banyak kebaikan pada diri kita, seperti Sabda Rasulullah berikut ini :
“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memelihara hamba-Nya yang beriman dari kesenangan dunia, karena Dia mencintainya, seperti manusia yang menjaga beberapa jenis makanan dan minuman karena takut akan menimbulkan penyakit.”1
Rabb memang tak membutuhkan ibadah kita,. Tapi perhatikanlah, betapa Rabb mencintai kita dan Rabb begitu menginginkan kebaikan pada diri kita. Pahamilah wahai sahabatku, karena dunia dan seisinya ini pun hanya sementara tak berarti apa-apa.
Ya Sahabatku…Rabb pun begitu cemburu ketika kecintaan kita pada dunia melenakan kita dan melebihi kecintaan kita pada-Nya. Mungkin karena itulah ujian dan cobaan sengaja Rabb hadirkan agar kita tersadar bahwa hakikat mencinta sesungguhnya adalah mencintai segala sesuatu karena-Nya agar kita kembali pada-Nya. Seperti dalam firman-Nya :
“Dan pasti Kami Timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” {QS. as-Sajdah (32) : 21}
Kembalilah pada Rabb sahabatku…
Detik ini pun masih belum terlambat, serahkan saja segala yang kamu cintai pada Rabb dan karena mengharap keridho-an dari-Nya. Rabb itu Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita.
Ketika kita merencanakan beberapa hal maka serahkanlah itu semua pada Rabb. Karena rencana-Nya pasti akan jauh lebih baik bagi kita. Karena Rabb lebih mengetahui apa yang lebih tepat bagi ciptaan-Nya.
Ya… Rabb yang menciptakan kita, Dia pula yang memerintahkan kita agar mencintai segala sesuatunya karena mengharap ridho dari-Nya. Oleh karena itu jangan sedih dan jangan cemas karena Rabb pasti akan bertanggung jawab bagi kebaikan kita. Karena Rabb juga telah menciptakan segala sesuatunya bagi kita.
Sekali lagi sahabatku, Rabb menciptakan kita agar kita beribadah kepada-Nya, Rabb pun telah menciptakan dunia dan segala isinya untuk kehidupan kita. Karena itulah sudah sepantasnya kita pun harus menyibukkan diri hanya untuk beribadah kepada-Nya dan tidak lalai daripadanya (beribadah), bukan malah menyibukkan diri dengan apa yang Rabb ciptakan untuk kita (dunia dan segala isinya).
Oleh karena itu pula sahabatku, seorang hamba harus menerima ketentuan Rabb-nya, menyerahkan semua kepada-Nya, dan mencukupkan diri dengan kecukupan yang diberikan Rabb pada kita. Orang yang menyadari bahwa pilihan Rabb adalah yang terbaik bagi dirinya akan merasakan sesulit apapun musibah yang dideritanya maka itu akan terasa ringan dan mudah.
Menantikan kebaikan Allah, tak pernah bersedih atas segala ujian dan cobaan serta menyerahkan semua perkara hidup pada Dzat Yang Maha Tinggi, itu lebih mulia daripada terlalu larut dalam kesedihan dan mematikan hati dari nikmat Allah. Semua itu harus karena keyakinan kita pada kebaikan, kemurahan dan pilihan Allah Sahabatku.
Tidak ada istilah tidak menerima, menentang, dan murung atas cobaan yang ada. Tapi sebaliknya, yaitu jiwa yang tenang yang penuh rasa syukur dan selalu bersabar. Ikhlas-lah dalam mencinta sahabatku, karena dibalik hujan dan mendung pasti ada pelangi dengan warnanya yang indah.
Dari Zaid ibn Tsabit, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa menjadikan dunia sebagai keinginannya, maka Allah akan menceraiberaikan urusannya (sehingga dia menjadi bingung dibuatnya), Allah akan menjadikan kefakirannya di depan kedua matanya. Dan, tidak datang kepadanya dunia, kecuali yang telah dituliskan untuknya. Dan, barangsiapa menjadikan akhirat sebagai niatnya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya (sehingga mudah-mudah saja semua itu dijalaninya). Allah akan memberikan kekayaannya di dalam hatinya, dan akan datang kepadanya dunia karena dunia itu rendah sekali’.”
Untuk Sahabatku yang mulia hatinya…
Mencintalah karena Allah…
Mencintalah karena mengharap ridho dari-Nya…
Mencintalah dengan merindu bayang-Nya…
Mencintalah dengan mengulang bahasa-Nya yang sarat akan makna..Al-Qur’anul Karim..
Mencintalah dengan merindukan senyum dan perjumpaan dengan-Nya…
Ikhlas-lah sahabatku…ikhlas-lah dalam mencinta…
Berdo’alah…Berusahalah…Berikhtiarlah…dan Bertawakkal-lah…
Semoga Allah menuntun kita dan merahmati kita dengan cinta yang menuju pada Cinta-Nya…
Mencintalah…karena dalam mencinta itu terdapat ibadah…dan beribadahlah dengan penuh rasa cinta…
1. Sahih, dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad, dan Hakim dari Abu Sa’id, dan dishahihkan oleh Albani dalam Shahih Al-Jami’ (1814) dalam Kaifa Nuhibullah wa Nasytaqu Ilaihi, DR. Majdi Al-Hilali, hal.29.
2. Referensi :
- Al-Qur’an Al-Karim.
- Kaifa Nuhibullah wa Nasytaqu Ilaihi karya Dr. Majdi al-Hilali versi terjemahan.
- La Tahzan karya Dr. ‘Aidh al-Qrni versi terjemahan.
Dari Sudut Kecil Istanaku…
Kembali di sudut berhiaskan warna rintik hujan...
Untuk Pria Yang Selalu Dirindukan Surga

